LOMBA MONART'S

 

Telah dilaksanakan kegiatan Lomba Monart's oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Luar Sekolah. Kegiatan ini dimulai pada Senin, 27 Oktober - 7 November 2025 telah dilaksanakan pembukaan gelombang 1 Lomba Monart's, lalu Sabtu, 8 November - 16 November 2025 dibuka gelombang 2 pendaftaran lomba monart's, setelah itu pada 19 - 20 November 2925 dilakukan penilaian untuk karya peserta yang telah dikumpulkan dan pengumuman pemenang lomba disampaikan pada Minggu, 23 November 2025. Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya menyelenggarakan Lomba Monart's 2025 yang berlangsung secara online. Acara ini, mengusung tema “Harmoni Warisan Nusantara: Ekspresi Kreatif Masa Kini”. Lomba ini merupakan hasil kolaborasi antara divisi BAKMI dan PSDM, yang bekerja sama dalam mempersiapkan seluruh acara dari awal hingga akhir. Monart 2025 memiliki jangkauan yang luas karena bersifat nasional, memberikan kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi.

Dengan diadakannya lomba ini adalah untuk memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kemampuan dan bakat kreatif mereka. Melalui berbagai kategori lomba seperti Tari Tradisional, Nyanyian, Dakwah, dan Infografis Islam, acara ini diharapkan menjadi forum apresiasi, pengembangan diri, dan sarana untuk melestarikan nilai-nilai budaya dan kreativitas generasi muda. Dengan adanya pelaksanaan Lomba Monart’s ini, terlihat antusiasme yang tinggi dari para peserta yang tidak hanya menunjukkan kemampuan yang sebenarnya dalam berkarya, tetapi juga kepekaan mereka terhadap nilai budaya dan identitas lokal. Setiap karya yang dikirimkan memiliki warna unik dan ciri khas masing-masing, mencerminkan keberagaman cara pandang serta kreativitas mahasiswa dari berbagai daerah.

Dalam kategori lomba dakwah, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pesan-pesan agama secara kreatif dan menginspirasi. Melalui kata-kata dan penyampaian yang percaya diri, peserta dapat menunjukkan pemahaman dan penguasaan mereka terhadap materi dakwah sambil menggambarkan nilai-nilai perjuangan untuk menjaga ajaran agama. Lomba dakwah ini tidak hanya menguji kemampuan berbicara di depan umum para peserta, tetapi juga mencerminkan kepekaan mereka terhadap kondisi sosial dan kebutuhan spiritual masyarakat, menjadikan dakwah sebagai sarana refleksi dan pendidikan bagi pendengar.

Dalam kategori lomba menyanyi, para peserta menunjukkan kemampuan vokal dan karakter musik mereka melalui penampilan yang percaya diri. Meskipun beberapa peserta sudah memiliki pengalaman dan prestasi sebelumnya, hal ini tidak mengurangi antusiasme mereka untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan menyanyi mereka. Lomba ini memberikan kesempatan bagi para peserta untuk mengeksplorasi interpretasi lagu mereka, memperkaya ekspresi musik mereka, dan berlatih menemukan suara dan gaya penyampaian yang unik. Oleh karena itu, acara ini berfungsi sebagai platform untuk mengembangkan bakat vokal sambil mendorong keberanian dalam menciptakan dan berkompetisi secara baik.

Dalam kategori lomba tari, para peserta menampilkan gerakan yang tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga kaya akan makna budaya. Melalui koreografi yang dirancang dengan baik, para peserta mampu menggambarkan kekayaan tradisi kepulauan dan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya. Setiap penampilan tari mewakili identitas regional, sejarah, dan nilai-nilai kebijaksanaan lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Lomba ini tidak hanya menilai keindahan dan ketepatan gerakan, tetapi juga memperhatikan kesesuaian tema, kedalaman konsep, dan kemampuan peserta untuk menyampaikan cerita melalui tubuh dan ekspresi mereka. Oleh karena itu, kategori ini tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat tari, tetapi juga refleksi tentang pentingnya pelestarian budaya. Antusiasme peserta dalam menari menunjukkan bahwa warisan budaya tetap hidup melalui kreativitas generasi muda, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap keragaman seni tradisional Indonesia.

Selama proses penilaian, dewan juri menekankan aspek orisinalitas, kedalaman konsep, serta kesesuaian dengan tema yang diangkat. Hal ini menjadikan ajang Monart’s bukan sekadar lomba biasa, tetapi juga ruang belajar bersama, tempat bertemunya perspektif seni, budaya, dan ekspresi diri. Di samping itu, kolaborasi tim internal HMP PLS UNESA dalam penyelenggaraan acara ini menjadi wujud nyata sinergi organisasi mahasiswa dalam menciptakan kegiatan yang bermanfaat dan berdampak luas.

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan pada tanggal 23 November 2025, diharapkan para peserta tidak hanya merayakan hasil yang diperoleh, tetapi juga membawa pulang pengalaman berharga, inspirasi baru, serta semangat untuk terus berkarya dan berkontribusi. Monart’s 2025 bukan hanya menjadi peristiwa seni tahunan, tetapi juga simbol perjalanan kreativitas dan pelestarian budaya di kalangan generasi muda. Semoga dengan adanya lomba ini juga bisa menjadikan generasi muda untuk terus berkarya, berinovasi dan juga tidak lupa untuk terus mengeksplorasi budaya yang kita miliki.

Penulis : Chica Aulia Nareswari



Posting Komentar

0 Komentar